Pentingnya Sadar Diri dalam Kehidupan

Gambar

Kita sudah selayaknya dan seharusnya merasa bersyukur atas limpahan berkat Tuhan yang melimpah. Bersyukur tidak hanya atas hal-hal besar yang telah terjadi dalam kehidupan kita tapi juga terhadap banyak hal kecil yang terkadang tidak kita sadari. Betapa Tuhan telah dengan begitu baiknya menganugerahkan begitu banyak hal kepada kita umatNya. Hanya sayang, kita manusia sering tidak memiliki rasa “sadar diri”.

Banyak kejadian yang menimpa manusia berawal dari sikap seseorang yang tidak sadar diri. Banyak peristiwa buruk terjadi hanya karena seseorang atau sekelompok orang tidak sadar diri. Terkadang hal yang baik akan berlangsung jika setiap orang memilliki rasa sadar diri. Sadar akan posisi dan potensi yang dimiliki diri sendiri. Dengan sadar diri, seseorang dapat memiliki fondasi atau dasar yang kokoh dalam menjalani kehidupan.

Mengapa setiap orang perlu “sadar diri”? Mengapa “sadar diri” begitu penting dalam kehidupan? Banyak hal yang dapat kita jadikan contoh.

Seorang suami selayaknya dan seharusnya sadar diri bahwa dirinya adalah suami dari seorang istri. Jika dia sadar diri, tentunya sepulang kerja  dia tidak mungkin masih bersantai-santai nongkrong di café hingga larut malam, tebar pesona kepada para gadis, menggoda wanita yang sudah jelas-jelas istri orang lain, lirik sana lirik sini, atau berbaik hati mengantarkan pulang sekretaris. Dia tidak sadar diri bahwa dia seorang suami yang istrinya di rumah telah tiga kali menghangatkan sayur sambil terkantuk-kantuk menunggu pulangnya suami.

Seorang istri selayaknya dan seharusnya sadar diri bahwa dirinya adalah istri dari seorang suami. Jika dia sadar diri, tentunya tidak akan berani bergenit-genit ria di depan lelaki lain, bermanja-manja pada suami orang lain, menggoda berondong, dugem hingga larut malam, atau lupa bahwa hari telah larut dan dia harus pulang ke rumah. Dia seharusnya sadar diri bahwa dia hanya bisa bergenit dan bermanja pada suaminya seorang dan memenuhi kewajibannya sebagai seorang istri. Dia seharusnya ingat, bahwa di rumah anak-anak telah menunggu perhatian dan kasih sayangnya. Jika suami dan istri sadar diri, sadar akan posisinya  masing-masing, alangkah indahnya…

Sadar diri tidak hanya sadar akan posisi diri sendiri, tapi juga sadar akan potensi yang ada dalam dirinya. Seseorang yang sadar diri memiliki kesadaran akan potensi dan kelemahan yang dimiliki dirinya sendiri. Ketika seseorang sadar diri bahwa dia memiliki potensi di dunia tarik suara dan tidak cukup pintar dalam hal akademik, tentunya dia seharusnya sadar diri untuk tidak memaksakan mengambil kuliah jurusan elektro tapi lebih memilih memperdalam teknik bernyanyinya. Jika seseorang sadar diri bahwa dia kurang cerdas dalam hal akademik, tentunya dia akan menggali potensi dirinya yang lain. Sadar diri akan membawa kita pada penggalian potensi diri yang lain, tidak memaksakan diri, dan pada akhirnya dapat memaksimalkan hasil.

Sebagai bangsa yang hidup di tengah negeri yang berlimpah sumber daya alam, kita seharusnya sadar diri bahwa tidak semua sumber daya alam tidak tak terbatas. Banyak sumber daya alam yang terbatas. Kita sebaiknya sadar diri bahwa sumber daya alam tersebut tidak hanya milik kita tapi juga milik generasi setelah kita, milik anak cucu. Dengan sadar diri bahwa sumber daya alam ada batasnya, akan menimbulkan rasa tanggung jawab untuk mengelolanya dengan baik dan benar.

Sikap sadar diri juga seharusnya dimiliki oleh para calon legislatif yang akan dipilih dalam pemilu mendatang. Sadar akan potensi diri yang mereka miliki masing-masing. Mereka selayaknya memiliki kesadaran diri akan kemampuan dan keterbatasan yang mereka punya. Layakkah mereka mencalonkan diri? Layakkah mereka terpilih? Bila mereka merasa bahwa mereka tidak dapat mewakili suara rakyat, tidak dapat mengemban amanah suara rakyat, sebaiknya tidak tergerak untuk mencalonkan diri. Bila hanya untuk kepentingan diri, hanya demi gengsi, demi mencari pekerjaan,  sebaiknya undur diri.

Sikap sadar diri juga seharusnya dimiliki oleh siapapun yang akan bertarung dalam ajang pencapresan. Sadar akan kapasitas dan kemampuan diri yang mereka miliki. Sadar akan tugas dan tanggung jawab yang harus diemban. Sadar akan janji-janji yang telah terucap. Sadar akan nasib ratusan juta rakyat Indonesia yang menggantungkan harapannya pada Presiden yang baru. Sadar akan rakyat Indonesia yang menginginkan untuk dibawa ke arah yang lebih baik. Sadar bahwa menjadi pemimpin Indonesia berarti memimpin negeri dengan segala keberagaman dan kebinekaannya. Sadar bahwa menjadi pemimpin negeri bukan hal yang mudah. Layakkah mencalonkan diri? Pantaskah menjadi Presiden? Mampukah memimpin negeri? Apakah yakin dapat membawa Indonesia ke arah yang lebih baik? Apa yang dapat disumbangkan untuk negeri? Apa yang akan dilakukan? Pertanyaan-pertanyaan tersebut dapat dijawab oleh nurani masing-masing.

Menjadi pemimpin negeri atau pejabat negara pun harus sadar diri. Sadar bahwa sebagai pemimpin tidak berarti dia harus selalu dilayani tapi yang terutama adalah melayani.  Mau melayani masyarakat atau warga yang dipimpinnya. Sebagai pemimpin, sadar akan tugas dan tanggung jawabnya. Semoga para calon pemimpin negeri dibekali rasa sadar diri. Mengukur diri sendiri. Salam. (Del)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s