Meraih Angan di Gili Trawangan

20140218_074946

Suasana pantai di Gili Trawangan

Pulau Lombok merupakan salah satu pulau yang selalu menyisakan lokasi indah untuk dikunjungi. Setiap kunjungan dalam rangka urusan pekerjaan, selalu menyempatkan diri di sela-sela waktu yang sempit untuk sejenak menikmati keindahan alamnya. Paling tidak, menikmati keindahan salah satu pantainya. Jika waktu yang tersedia sangat terbatas, setidaknya masih mencoba menyempatkan menikmati suasana Senggigi di waktu malam atau sekedar menikmati keunikan sajian kulinernya. Menyempatkan diri mengunjungi tempat-tempat wisata di sela-sela kunjungan dalam rangka kerja memiliki seni tersendiri. Seni mengatur waktu kunjungan dan kecermatan pengaturan teknis perjalanan.

Karena kebanyakan kunjungan ke Pulau Lombok dalam rangka kerja dan dengan waktu yang terbatas itu pula lah yang membuat belum tersalurkannya angan untuk sejenak singgah ke tiga Gili yang sangat terkenal di Pulau Lombok, yaitu Gili Trawangan, Gili Meno, dan Gili Air. Angan yang terlanjur membuncah sangat membutuhkan realisasi.

Kunjungan ke Lombok minggu lalu dengan jadwal pesawat pulang sekitar pukul 2 siang masih menyisakan kesempatan untuk mencoba meraih angan di Gili Trawangan. Terpaksa hanya Gili Trawangan yang sempat terkunjungi karena jadwal yang tidak memungkinkan.

Pelabuhan Menuju Gili Trawangan

Pelabuhan Menuju Gili Trawangan

Keindahan Gili Trawangan yang selama ini hanya menjadi angan, akhirnya terwujud. Pulau kecil yang berada tidak terlalu jauh dari Pulau Lombok dapat pula terjelajahi. Keindahan Gili Trawangan memang memiliki daya pikat tersendiri bagi para wisatawan.

Gili Trawangan, Gili Meno, dan Gili Air termasuk ke dalam wilayah administrasi Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara. Ketiga Gili menjadi destinasi andalan Pulau Lombok. Tidak lengkap rasanya bila berwisata ke Pulau Lombok tanpa singgah ke tiga Gili.

Dermaga menuju Gili Trawangan

Dermaga menuju Gili Trawangan

Pantai di sekitar pelabuhan

Pantai di sekitar pelabuhan

Boat yang digunakan menuju Gili Trawangan

Boat yang digunakan menuju Gili Trawangan

Speed Boat telah disewa per telpon sehari sebelumnya. Pukul 6.30 pagi kami sudah bergegas dan bersiap diri menuju pelabuhan demi mencapai target maksimal jam 12 siang harus tiba di hotel kembali dan langsung menuju Bandara.

Perahu yang biasa digunakan karyawan yang bekerja di Gili Trawangan, penuh sesak

Perahu yang biasa digunakan karyawan yang bekerja di Gili Trawangan, penuh sesak

Perjalanan ke Gili Trawangan hanya membutuhkan waktu sekitar 15 menit saja dengan speed boat sewaan, namun perjalanan menuju pelabuhan membutuhkan waktu sekitar 40 menit dari hotel tempat menginap di kawasan Senggigi. Speed boat berlabuh di Gili Trawangan sekitar pukul 8 pagi. Masih ada waktu dua setengah jam untuk menjelajahi Gili Trawangan sebelum kembali ke Lombok.

Gili Trawangan

Gili Trawangan

Pantai di Gili Trawangan

Pantai di Gili Trawangan

Narsis, gak penting

Narsis, gak penting

Bantal-bantal empuk di salah satu cafe

Bantal-bantal empuk di salah satu cafe

Pantai yang berpasir putih seakan menyambut kedatangan. Deretan kursi sandar tempat wisatawan bersantai dan berjemur diri berbaris rapi di sepanjang pantai. Gili Trawangan mencoba mengusung wisata yang ramah lingkungan. Tidak ada satu pun kendaraan bermotor yang lalu lalang di sana. Berlaku larangan kendaraan bermotor di pulau kecil tersebut. Seluruh wisatawan maupun karyawan dan penghuni di pulau tersebut hanya boleh menggunakan cidomo (sejenis kereta kuda) atau sepeda. Semua semata agar Gili Trawangan bebas polusi.

Tempat penyewaan sepeda

Tempat penyewaan sepeda

Mata langsung  tertuju pada bertebarannya tempat penyewaan sepeda. Waktu yang terbatas dan hasrat untuk menjelajahi Gili Trawangan dapat diwujudkan dengan moda yang satu ini. Harga sewa sepeda dipatok Rp. 25.000,00 per jam. Selain menjamurnya tempat penyewaan sepeda, terdapat pula banyak tempat penyewaan alat-alat untuk snorkling maupun diving.

Cidomo, salah satu alat transportasi di Gili Trawangan, tidak ada kendaraan bermotor

Cidomo, salah satu alat transportasi di Gili Trawangan, tidak ada kendaraan bermotor

Jalan di Gili Trawangan, di antara toko-toko souvenir dan cafe-cafe

Jalan di Gili Trawangan, di antara toko-toko souvenir dan cafe-cafe

Suasana di Gili Trawangan

Suasana di Gili Trawangan

Berbekal sepeda pinjaman, penjelajahan dimulai. Gili Trawangan terkelilingi dengan jalan rata-rata selebar 2 meter. Sayang, di beberapa spot masih sedikit terputus. Kurang nyaman kalau dilewati sepeda.  Namun, secara keseluruhan, masih layak untuk dinikmati. Kondisi lingkungannya pun masih cukup asri, bersih, tidak banyak ternoda onggokan sampah. Sepertinya pelaku wisata di sana telah sadar untuk menjaga lingkungan Gili.

Lelah bersepeda, café-café pelepas lelah banyak bertebaran di sana. Tinggal pilih yang disuka dan diminati. Bersantai sejenak menikmati suasana pantai yang tidak terlalu hiruk pikuk cukup memadai untuk menghilangkan penat. Kudapan pisang goreng dan secangkir teh hangat terasa sangat nikmat. Masih dapat dilanjut dengan kegiatan snorkeling maupun sekedar bermain air di pantai.

Kesempatan kunjungan ke Gili Trawangan yang cukup singkat cukup lah untuk mewujudkan angan. Bahkan menyisakan asa untuk kembali ke sana, ditambah keinginan untuk berkunjung ke Gili lainnya. Tunggu kami pada kunjungan berikut. (Del)

2 thoughts on “Meraih Angan di Gili Trawangan

  1. wahhh.
    saya cukup menikmati beberapa tulisan-tulisan ibu.
    ringan namun berbobot (hehehehe kok kontradiksi gitu sih … mungkin pendek namun berbobot).
    saya sangat prihatin juga ketika membaca tentang NTB (Nasib Tergantung Bali), karena saya sendiri telah melihat dan Bali dan Lombok dan sesungguhnya Lombok memiliki potensi yang tidak kalah dasyatnya dari Bali. Khususnya Resort Mandalika, sangat berpotensi sekali. Dengan Pantai Tanjung Aan dan Pantai Kuta yang saling berdekatan naumn berbeda ciri khasnya, sungguh sangat unik dan indah sekali.

    maybe I’ll read more of your post, but it’s late … I think I’ll just follow your blog for now.
    and if you have spare times, please have a look at my blog … http://www.dutaWISATAindonesia.wordpress.com
    and maybe you can give a comment there.

    Terimakasih ….

    • Terima kasih Mas Kris Siregar….
      I’ll follow your blog too…

      Semoga NTB dalam artian Nasib Tergantung Bali akan segera berubah wujud menjadi Nyaman Tiada Bandingannya…

      Salam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s