Resolusi 2014: Berfikir Positif

Image

Resolusi 2014.
Sumber gambar: http://thumbs.dreamstime.com

Jika ditanya, “Apa resolusimu untuk tahun depan?”. Terus terang, bingung. Tidak terbiasa dengan resolusi-resolusian. Biarkan hidup mengalir apa adanya.  Namun, bukan berarti tanpa upaya. Upaya, jelas perlu ada. Hanya tak perlu membuatnya menjadi terlalu ngotot. Jika gagal akan berujung pada kekecewaan. Lebih terbiasa dengan kilas balik. Introspeksi diri setahun ke belakang untuk bahan perenungan dan perbaikan di tahun depan. Mencoba menghitung berkat yang kita terima setahun terakhir dan selalu takjub. Ternyata tak terhitung berkat Tuhan yang telah kita terima sepanjang tahun. Tak ada alasan bagi kita untuk mengeluh atau berkeluh kesah. Yang harus kita lakukan adalah bersyukur. Atas limpahan berkat Tuhan yang senantiasa hadir menemani.

Pagi-pagi dapat pesan WA dari seorang teman. Isinya menarik. Berkisah tentang seorang eksekutif muda, lengkap dengan kemeja dan jas licinnya. Yang menjadi masalah, sang eksekutif muda tersebut ada di gerbong kereta ekonomi Jabodetabek (KRL) non AC. Terbayang sudah padat dan sumpeknya. Penumpang penuh berjejalan, berdempetan, berupaya untuk mendapatkan ruang lebih. Sekadar untuk berdiri, menyeimbangkan badan dengan sedikit lebih nyaman. Jangan ditanya baunya. Pasti mengalahkan parfum sang eksekutif muda. Tampilan eksekutif muda tersebut jelas berbeda dengan penumpang lainnya. Bulir-bulir keringat mengalir deras di dahi.

Dia mengeluarkan tablet android. Ukurannya cukup besar, lebih besar dari HP umumnya, sangat menyolok. Semua menoleh atau setidaknya melirik. Perhatian para penumpang sejenak beralih padanya. Dia seolah tak perduli dengan sekelilingnya, sibuk chat dengan seseorang. Mungkin kliennya atau rekan bisnisnya. Beberapa orang penumpang membatin.

Seorang pemuda tegap dengan pakaian lusuh, mungkin kuli panggul di Kota, membatin, “Kelakuan orang kaya baru. Baru punya hp kayak gitu aja udah pamer! Kalaupun saya punya hp semahal itu, saya tidak akan sombong seperti dia”. Di sebelahnya, seorang pemuda lainnya, pramuniaga sebuah pusat perbelanjaan turut komentar dalam hati, “Tuh orang ngapain sih naik kereta ekonomi? Kenapa gak naik yang AC aja? Mau pamer hp ya?”. Seorang Bapak dengan wajah letih penuh beban hidup, berkata dalam hati, “ Semoga anak saya tidak seperti dia, yang tidak perduli dengan penderitaan  orang lain, mau hidup berbela rasa dengan orang lain”.  Gadis SMA yang masih berseragam turut membatin, “Tuh orang norak amat sih? Belagu banget! Gak banget deh sama gayanya. Kenapa gak naik kereta AC aja kalau mau pakai baju kayak gitu?”. Mahasiswi universitas ternama membatin pula, ”Gue tau lo kaya, tapi plis deh, gak perlu pamer gitu juga kalee. Kalau udah lulus, gue juga bisa. Jijik juga ngeliat style lo, ill feel. Tapi perlu diakui, cakep juga sih…”.  Seorang pencopet yang larak-lirik cari mangsa, bukannya tidak melihat peluang, turut membatin, “ Nantang nih orang, bikin gatel tangan aja. Jelas-jelas sebuah penghinaan. Masa gue mesti nilep tuh barang terang-terangan? Pamer banget. Awas lo nanti!”.

Si eksekutif muda tersenyum. Ia segera menyimpan tabletnya di tas.  Pikirannya  melayang pada dana yang sebentar lagi akan dia raih, dia terima. Pikirannya tengah fokus pada dana. Dia pun membatin, “Syukurlah, akhirnya para donatur bersedia membantu semuanya. Alhamdulillah. Ini kabar baik sekali. Dana itu tentunya sangat berguna untuk orang-orang yang sedang terkena musibah kebanjiran”.

Lalu, ia sempatkan merogoh saku kemeja di balik jasnya yang kelimis. Tiket kereta ekonomi ada di dalamnya. Tadi dia sempat menukar tiket tersebut dengan seorang nenek tua yang mau naik kereta sesak tersebut. Dia tidak tega, biarlah nenek tua itu yang naik kereta AC. Pikirnya, “Toh saya masih muda. Sekali-kali, tidak ada salahnya jika turut merasakan naik kereta ekonomi”.

Ya, prasangka. Jangan biarkan prasangka buruk menyergap di kesan pertama. Tetaplah berupaya untuk berpikir positif. What you see is not what you think.  Yang terlihat belum tentu sama seperti yang terpikir.  Semoga cerita di atas dapat menjadi inspirasi dan menjadikannya sebagai salah satu resolusi 2014. Mari kita berpikir positif.  Selamat pagi. Selamat Tahun Baru 2014. Salam. (Del)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s