Bekantan Maskotnya Kota Tarakan

Image

Kawasan Konservasi Mangrove dan Bekantan Kota Tarakan.
Sumber Foto : dokumentasi pribadi

Mungkin ada sebagian orang yang tidak mengetahui bahwa maskot Dufan-Ancol adalah hewan bernama bekantan, monyet berhidung panjang yang hidup di belantara Kalimantan. Jika selama ini hanya melihat Bekantan sebagai maskotnya Dufan-Ancol, sungguhlah beruntung dapat melihat langsung bekantan di habitatnya. Kita tidak perlu menemui bekantan di belantara hutan Kalimantan, namun cukup berkunjung ke Kota Tarakan. Lebih tepatnya, di Kawasan Konservasi Mangrove dan Bekantan (KKMB) Kota Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara. Kota Tarakan merupakan sebuah pulau kecil di Provinsi Kalimantan Utara yang memiliki potensi wisata konservasi mangrove seluas 8,8 ha yang dipadukan dengan pengembangan satwa bekantan. Bekantan selain dikenal sebagai maskot Ancol, juga merupakan ikon pariwisata Kota Tarakan, sebuah kota yang memiliki visi menjadikan Tarakan sebagai Little Singapore.

Image

Menyusuri Mangrove di KKMB Kota Tarakan.
Sumber Foto: dokumentasi pribadi

Image

Hutan mangrove di KKMB Kota Tarakan.
Sumber Foto: dokumentasi pribadi

Image

Hutan mangrove di KKMB Kota Tarakan.
Sumber foto : dokumentasi pribadi

Memasuki Kawasan Konservasi Mangrove dan Bekantan (KKMB) kita langsung disambut dengan atmosfir teduh, nyaman, sejuk, dan asri. Hiruk pikuk Kota Tarakan di luar area KKMB seakan sirna begitu kita memasuki area KKMB. Yang tersisa hanya ketenangan dan rasa takjub. Untunglah Kota Tarakan masih menyisakan kotanya untuk area perlindungan sekaligus wisata yang dapat sedikit menjadi paru-paru kotanya.

Kita seakan diantar untuk menyusuri area KKMB melalui jalur jalan yang terbuat dari kayu. Dapat menyusuri deretan dan rimbunnya mangrove yang ada. Kawasan wisata ini dapat menjadi tempat wisata edukatif. Belajar mengenali jenis-jenis mangrove yang ada. Beragam jenis mangrove hidup di lokasi, mulai dari yang memiliki berakar tunjang, akar nafas, maupun akar lutut. Dari mulai jenis api-api (avicennia spp ), pidada (sonneratia spp.), hingga kendeka (bruguiera spp.), serta beragam jenis mangrove lainnya.

Image

Salah seekor bekantan di KKMB Kota Tarakan.
Sumber Foto: dokumentasi pribadi

Image

Kerjasama dengan Pertamina.
Sumber Foto: dokumentasi pribadi

Petugas yang mengantar kami dengan lancar bercerita bahwa bekantan adalah hewan yang pemalu. Untuk itu, agar dapat melihat bekantan dari dekat, jangan sekali-kali mengeluarkan suara keras. Jika mendengar suara berisik, pasti bekantan akan pergi. Bekantan  hidup berkelompok dan terkadang sulit untuk menerima kedatangan bekantan dari kelompok lainnya. Itu pula yang menyebabkan sulit masuknya bekantan liar dari hutan lindung  ke KKMB.

Saat ini semakin banyak bekantan liar dari hutan lindung yang terletak tidak jauh dari permukiman warga yang mulai terdesak dan memasuki kawasan permukiman karena dipicu oleh perambahan hutan. Pihak KKMB kesulitan untuk memasukkan bekantan liar yang merambah permukiman tersebut untuk dilepas di KKMB karena ada resiko bekantan baru akan menerima penolakan dari kelompok bekantan yang telah lama tinggal di KKMB. Masuknya bekantan liar ke kawasan permukiman sangat wajar terjadi jika mereka merasa bahwa tempat tinggalnya mulai terganggu.  Yang perlu dilakukan, hentikan perambahan dan pengrusakan hutan serta kegiatan yang mengancam kelangsungan habitat bekantan.  Menurut petugas, saat ini bekantan di KKMB berkisar 32 ekor saja. Bekantan mulai terancam punah.

Image

Kepiting kecil warna biru di KKMB Kota Tarakan.
Sumber Foto : dokumentasi pribadi

Image

Kepiting kecil warna merah di KKMB Kota Tarakan.
Sumber Foto : dokumentasi pribadi

Image

Salamander di KKMB Kota Tarakan.
Sumber Foto : dokumentasi pribadi

Selain bekantan, ada keunikan lain yang dapat kita temui di area KKMB, yaitu kepiting kecil warna-warni. Kepiting kecil berwarna biru, merah, oranye banyak ditemui di antara mangrove yang ada. Ukurannya sangat kecil, kira-kira hanya selebar 1,5-2 cm saja. Warnanya yang mencolok sangat kontras dengan tempat tinggalnya. Masih ada pula hewan-hewan lainnya seperti kadal, salamander, tupai yang hidup bebas berkeliaran di sana.

Syukurlah, ternyata Kota Tarakan masih peduli pada pentingnya upaya perlindungan terhadap lingkungan dan habitat mangrove maupun bekantan yang ada. Dalam rencana penataan ruangnya tertuang kebijakan mengkonservasi dan memproteksi kawasan hutan lindung, hutan kota, dan hutan mangrove di Kecamatan Tarakan Utara untuk fungsi ekologis dan biologis dengan menetapkan hutan lindung di Kecamatan Tarakan Utara Kelurahan Juata Laut, Juata Kerikil, dan kawasan konservasi alam. Kota Tarakan akan melakukan upaya untuk mengembalikan fungsi kawasan lindung yang telah terganggu oleh kegiatan budidaya yang tidak sesuai dengan lingkungan. Semoga KKMB tetap bertahan demi hijaunya dan asrinya kota. (Del)

Advertisements

2 thoughts on “Bekantan Maskotnya Kota Tarakan

  1. Pingback: Qurratul Aini

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s