Tambang Bukan Kegiatan Haram

Image

Tambang PT. Newmont Nusa Tenggara.

Satu hal yang perlu ditekankan. Kegiatan tambang bukanlah kegiatan haram. Kegiatan tambang dapat menguntungkan dengan syarat dilakukan sesuai dengan peraturan yang berlaku dan dengan penuh tanggung jawab. Yang tidak kalah penting, harus dilakukan dengan nurani. Jika faktor keserakahan sudah menguasai, maka kerusakan lingkunganlah yang menjadi taruhannya. Sudah banyak contohnya. Ketika keserakahan mulai menyergap, tak urung lingkungan yang menjadi korban. Taruhannya terlalu besar. Resikonya terlalu riskan.

Sebenarnya kalau dilihat dari perangkat peraturannya, setidaknya Indonesia telah memiliki UU No. 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara. Ada pula PP No. 78 Tahun 2010 tentang Reklamasi dan Pascatambang. Yang diperlukan hanyalah ketegasan dan penegakan hukum (law enforcement). Jika penegakan aturannya masih setengah, dalam arti setengah iya dan setengah tidak, janganlah berikan ijin tambang atau jangan perpanjang ijin yang sudah terlanjur diterbitkan, bahkan dapat saja cabut ijin yang ada. Terdengar sangat tegas. Tapi itulah yang harus dilakukan. Aturan tersebut masih perlu dilengkapi dengan Peraturan Pemerintah pendukungnya, misal terkait dengan kriteria kerusakan lingkungan dan penegakan hukum. Jika penegakan hukum masih dianggap angin lalu, sebaiknya tidak usah.

Kita tidak dapat menghakimi dengan cepat bahwa seluruh kegiatan pertambangan yang ada di Indonesia buruk. Masih ada kegiatan pertambangan yang menerapkan prinsip-prinsip pertambangan yang baik, namun masih jauh lebih banyak lagi yang tidak menerapkannya dengan baik, terutama pada tahap reklamasi maupun pasca tambang. Semoga PT Newmont Nusa Tenggara termasuk ke dalam kategori yang menerapkan prinsip-prinsip pertambangan yang baik. Mungkin itu pula yang hendak dibuktikan oleh PT. Newmont Nusa Tengggara dengan mengadakan “Sustainable Mining Bootcamp”. PT. Newmont Nusa Tenggara telah menuai pujian dari Menteri Lingkungan Hidup Prof. DR Ir. Gusti Muhammad Hatta, MS. Pola reklamasi PT. Newmont Nusa Tenggara konon termasuk salah satu yang layak mendapatkan pujian. Saya tertarik untuk ikut mengenalnya lebih dekat. Untuk tahu lebih dalam lagi tentang proses reklamasi yang telah dilakukan.

Sesuai dengan PP No. 78 tahun 2010, pertambangan yang baik harus menerapkan prinsip-prinsip reklamasi dan pasca tambang dari sisi lingkungan hidup, keselamatan dan kesehatan kerja, serta konservasi. Untuk kegiatan pertambangan yang masih belum melakukan prinsip-prinsip pertambangan yang baik, perlu dilakukan perbaikan pengelolaan, pembinaan, dan penegakan hukum. Perencanaan peruntukan lahan pasca tambang harus memperhatikan tata ruang yang ada. Peruntukan lahan pasca tambang harus dikembalikan sesuai dengan peruntukan pascatambang.

Biasanya, masalah utama yang kerap muncul pasca kegiatan pertambangan adalah masalah perubahan lingkungan, masalah perubahan bentang alam. Perubahan besar yang terlihat secara kasat mata adalah perubahan morfologi dan topografi lahan, serta penurunan produktivitas tanah. Secara lebih rinci, terdapat pula perubahan atau gangguan yang terjadi pada flora dan fauna yang ada di lahan bekas tambang tersebut. Untuk itulah diperlukan proses reklamasi. Sesuai dengan UU No. 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara,  yang dimaksud dengan reklamasi adalah kegiatan yang dilakukan sepanjang tahapan usaha pertambangan untuk menata, memulihkan, dan memperbaiki kualitas lingkungan dan ekosistem agar dapat berfungsi kembali sesuai dengan peruntukannya. Pasca tambang adalah kegiatan terencana, sistematis, dan berlanjut setelah akhir sebagian atau seluruh kegiatan usaha pertambangan untuk memulihkan fungsi lingkungan alam dan fungsi sosial menurut kondisi lokal di seluruh wilayah penambangan.

Bentuk bentang alam wilayah bekas tambang biasanya tidak teratur, menimbulkan lubang-lubang terjal.   Dibutuhkan reklamasi untuk mencegah erosi serta mengurangi kecepatan aliran air permukaan. Untuk lahan yang cukup terjal dapat diupayakan pembentukan teras-teras yang disesuaikan dengan kemiringan yang ada. Jika masih dapat dilakukan, lahan dapat diselamatkan dengan melakukan penanaman kembali agar lahan tidak labil dan dapat produktif kembali. Paling tidak dapat mengembalikan lahan pada kondisi atau keadaan sebelumnya.

Yang patut disadari pula, tidak semua lahan bekas tambang dapat dilakukan reklamasi maupun pasca tambang. Dalam kondisi tertentu, areal bekas tambang meninggalkan lubang yang tidak dapat ditutup sepenuhnya karena alasan teknis. Skala pertambangan semakin besar, dengan dukungan mekanisasi peralatan pertambangan yang makin mumpuni. Ekstraksi bijih kadar rendah dapat diubah menjadi lebih bernilai ekonomi. Galian  menjadi semakin dalam, jauh di bawah permukaan. Kondisi ini yang membuat semakin sulitnya proses reklamasi. Pencemaran air permukaan maupun air tanah bukanlah hal yang tidak mungkin terjadi.

Kriteria status clean and clear  yang dikenal dalam dunia pertambangan baru sebatas asal tidak tumpang tindih dan melaksanakan kewajiban lingkungan, namun belum mencakup verifikasi kondisi lapangan. Hambatan lain dalam mengawasi kegiatan pertambangan adalah jumlah inspektur tambang yang masih minim. Inspektur yang ada tidak dapat mengawasi seluruh kegiatan pertambangan yang ada, yang jumlahnya ribuan.

Tambang bukan kegiatan haram. Yang diperlukan adalah pengelolaan secara bijak. Selalu teringat rangkaian kata yang dilontarkan oleh Mahatma Gandhi. “The earth provides enough to satisfy every person’s need but not every person’s greed. When we take more than we need, we are simply taking from each other, borrowing from the future, or destroying the environment and other species”. Bumi cukup untuk memenuhi kebutuhan setiap orang tetapi tidak cukup untuk memenuhi keserakahan setiap orang. Ketika kita mengambil lebih dari yang kita butuhkan, kita mengambilnya  dari yang lain, meminjam dari masa depan, atau merusak lingkungan dan spesies lainnya. Salam. (Del)

Sumber Gambar: tempo.co

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s