Martapura, Kota yang Berkilau

Banyak hal yang dapat diceritakan tentang kota-kota di Indonesia. Bisa tentang keunikan, keindahan alam, sumber daya alam, budaya, tradisi, makanan khas, tempat kuliner, dan masih banyak lainnya. Kota Martapura pun demikian. Memiliki keistimewaan dan ciri khas yang melekat erat dengan Kota Martapura.

Kota Martapura hanya berjarak sekitar 45 km dari Kota Banjarmasin atau sekitar 1 jam perjalanan dari ibukota Provinsi Kalimantan Selatan. Dapat pula dicapai dengan perjalanan mobil hanya sekitar 30 menit dari Bandara Syamsudin Noor. Kota Martapura merupakan ibukota Kabupaten Banjar dan dikenal sebagai pusat pengolahan dan penjualan berlian di Kalimantan Selatan. Martapura dapat dikatakan sebagai kota yang berkilau dalam arti kata yang sesungguhnya. Penuh dengan kilauan intan, khas Kota Martapura. Dikenal pula dengan julukan “Kota Intan”.

Untuk ibu-ibu yang senang perhiasan, baik untuk dipakai maupun sekedar untuk koleksi, atau bagi bapak-bapak yang senang dengan batu-batu mulia, Martapura memang lokasi yang tepat. Martapura tempat yang tepat untuk berburu perhiasan baik kalung, gelang, cincin, giwang, anting, bros, maupun batu-batu mulia, terutama untuk perhiasan yang dihiasi dengan berlian. Kualitas perhiasan dari Martapura telah diakui di kancah dunia. Intan dan batu mulia dari Martapura sudah dikenal luas hingga di tataran dunia.

Jika kita berkunjung ke sentra penjualan intan di Kota Martapura, jangan berharap dibawa ke pusat pertokoan mewah. Sentra penjualan berlian Martapura jauh dari kesan mewah. Tidak seperti ciri khas toko-toko berlian yang terdapat di pusat-pusat perbelanjaan mewah di Jakarta.  Jika ingin berburu perhiasan di Kota Martapura, berkunjunglah ke sentra penjualan perhiasan yang lebih dikenal dengan Pasar CBS, Pasar Cahaya Bumi Selamat. Dikenal pula dengan sebutan pasar intan Martapura. Cukup unik. Pasar CBS hampir menyerupai pasar biasa, seperti pasar pada umumnya. Sangat kontras dengan nilai barang yang diperjualbelikan. Tidak ada kesan mewah selayaknya kesan yang dimunculkan oleh intan, berlian, dan permata. Pasar ini hanya berupa kumpulan kios-kios atau toko-toko. Bahkan di depan kompleks pasar terdapat beberapa pedagang kaki lima maupun pedagang asongan. Selain menjual perhiasan bertatahkan intan atau berlian, toko-toko tersebut juga umumnya menjual aneka perhiasan dari batu-batu khas Kalimantan, maupun souvenir-souvenir lainnya.

Gambar

Pasar Cahaya Bumi Selamat, Martapura, Kalimantan Selatan.
Sumber foto: http://www.skyscrapercity.com/showthread.php?t=1542738&page=3

Ketika memasuki areal Pasar CBS, kita disambut dengan sebuah gapura yang dihiasi dengan pilar berukir. Terdapat pula tulisan ayat yang diambil dari Al-Quran di atasnya. Pada bangunan pasar terdapat menara yang menjulang dengan beberapa teks berbahasa Arab yang tercantum pada menara. Nuansa arsitektural Arab tetap terasa di sana. Pengaruh Arab begitu terasa di Kota Martapura. Sesuai dengan julukan lainnya untuk Kota Martapura, yaitu Kota Santri. Di depan pasar, terdapat area parkir yang cukup luas. Di hari-hari tertentu, misal di hari libur, area parkir cukup sesak sehingga kerap merambah ke area parkir Masjid Al-Karomah yang berada tidak jauh dari Pasar CBS. Masjid Al-Karomah merupakan masjid termegah di Kota Martapura.

Gambar

Kios-kios penjual intan dan permata di Martapura, Kalimantan Selatan.
Sumber Foto: dokumentasi pribadi

Gambar

Toko-toko sederhana penjual intan dan permata di Martapura, Kalimantan Selatan.
Sumber foto: dokumentasi pribadi

Gambar

Kios penjual intan di Pasar CBS, Martapura, Kalimantan Selatan.
Sumber foto: dokumentasi pribadi

Walau sederhana, dapat dipastikan pertukaran uang yang beredar di pasar sederhana tersebut sangat fantastik. Pasar CBS merupakan tempat perdagangan intan yang diperoleh dari tambang rakyat di Martapura. Satu buah berlian kecil dapat bernilai jutaan dan uniknya transaksi tersebut dapat dilakukan hanya di toko-toko sederhana yang ada di Pasar CBS. Bahkan menurut teman yang asli sana, transaksi dapat dilakukan antara dua orang, tanpa kios sama sekali. Modalnya hanya kepercayaan dan alat tes berlian yang sangat sederhana. Dengan alat sederhana tersebut kita dapat membedakan keaslian intan. Para penjual intan akan berkeliaran di tempat-tempat tertentu di dalam pasar, biasanya di bagian belakang pasar. Para pedagang umumnya masih menyimpan intan dalam dompet atau saku baju mereka yang baru akan dikeluarkan jika target pembeli datang. Seperti layaknya pedagang asongan.

Satu hal yang patut disayangkan, mungkin ke depan dapat lebih ditingkatkan. Banyak yang berpendapat bahwa sayangnya proses pengasahan intan di Martapura kurang begitu baik. Proses cuttingnya pun masih belum sempurna. Karena alasan itu pula banyak orang luar negeri yang datang hanya untuk mencari intan di Martapura. Umumnya para pemburu intan tersebut mencari intan dalam bentuk mentah untuk kemudian diasah kembali di Eropa dan dijual dengan harga yang jauh berlipat melebihi harga belinya. Seandainya pengrajin Martapura dapat belajar proses pengasahan dan menerapkannya, tentunya akan jauh lebih bernilai. (Del)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s