Melepaskan Segala Penat di Pulau Lengkuas, Belitung

Telah lama mendamba untuk berkunjung ke Pulau Belitung. Salah satu yang memicu keinginan untuk berkunjung ke sana adalah film Laskar Pelangi. Sebuah film dari anak negeri yang mampu mengubah sebuah pulau yang dulunya sepi promosi menjadi mendadak ramai oleh kunjungan para wisatawan. Kebetulan, minggu lalu diberi kesempatan untuk berkunjung ke sana.

Tidak ada yang salah dengan industri pariwisata. Selama dapat mengelolanya dengan baik dan tetap dapat menjaga aset pariwisatanya dengan apik. Belitung harus membuktikannya. Industri pariwisata di Pulau Belitung jauh lebih baik dibandingkan dengan penambangan timah yang hanya meninggalkan lubang-lubang besar yang ditinggalkan begitu saja. Tanpa penanganan pasca tambang.

Gambar

Pemandangan dari Puncak Mercusuar Pulau Lengkuas

Salah satu lokasi wisata yang sangat sayang untuk dilewatkan ketika beranjang sana ke Pulau Belitung adalah Pulau Lengkuas dan pulau-pulau lain di sekitarnya. Pulau Lengkuas merupakan primadona wisata di Pulau Belitung. Pulau Lengkuas merupakan salah satu pulau di antara ratusan pulau yang banyak bertebaran di sekitar Pulau Belitung. Tidak sah rasanya jika bertandang ke Pulau Belitung tanpa menyeberang ke Pulau Lengkuas. Maha karya Sang Pencipta pada pulau-pulau kecil di sekitar Pulau Belitung sungguh luar biasa. Pemandangan pulau kecil yang dikitari oleh batu-batu granit raksasa sungguh merupakan perpaduan yang luar biasa indah. Serasi dengan menjulangnya mercusuar yang ada di tengah Pulau Lengkuas. Berdiri dengan tegap seolah hendak menjaga dengan setia keindahan Pulau yang ada.

Gambar

Pantai Tanjung Kelayang, Belitung

Pulau Lengkuas terletak di sebelah utara Pantai Tanjung Kelayang, Kecamatan Sijuk, Kabupaten Belitung. Tidak perlu risau, terdapat banyak perahu yang dapat disewa dan dengan senang hati mengantarkan ke sana. Untuk menikmati keindahan Pulau Lengkuas dan pulau-pulau lain di sekitarnya, setidaknya kita minimal menyediakan waktu dari pagi hingga sore. Agar kita dapat menikmati alam dengan puas dan membawa pulang kenangan indah.

Gambar

Perahu yang siap mengantar berkeliling di pulau-pulau sekitar Pulau Lengkuas

Perjalanan pagi itu berawal dari Pantai Tanjung Kelayang. Sebelum sampai di tujuan utama, yaitu Pulau Lengkuas, menyempatkan singgah di tujuan antara, Pulau Kepayang. Pulau Kepayang tidak kalah menarik. Pantai pasir putih yang sangat halus dengan deretan batu granit yang indah memberikan keunikan tersendiri. Menjadi penambah keindahan pantai. Pulau Kepayang dulunya dikenal dengan sebutan Pulau Babi karena terdapat peternakan babi di sana. Namun, sekarang tidak lagi. Pulau ini juga merupakan tempat penangkaran penyu. Kita dapat berfoto bersama penyu di sana.

Gambar

Perahu dan jernihnya air, paduan yang mengagumkan

Perjalanan berlanjut, berkeliling di antara pulau-pulau yang banyak bertebaran di sekitar Pulau Lengkuas. Penat hilang sudah berganti dengan decak  kagum pada karya Maha Agung Sang Pencipta.

Gambar

Salah satu pulau kecil di sekitar Pulau Lengkuas

Gambar

Pulau nan indah…

Sebelum mendarat di Pulau Lengkuas, sempat snorkeling di spot-spot sekitar Pulau Lengkuas. Satu kata, “WOW!”. Sungguh indah. Tidak kalah dengan Raja Ampat, lebih indah dibandingkan dengan Bunaken yang sudah mulai rusak. Terumbu karang di sekitar Pulau Lengkuas berwarna warni. Berbentuk seperti bunga-bunga besar dan kecil. Ditambah dengan gerombolan ikan beragam corak. Sungguh indah. Menakjubkan. Laut yang tidak terlalu dalam, arus yang nyaman, air yang begitu jernih, dan jarak antar lokasi snorkeling yang berdekatan sungguh sangat menunjang. Sungguh sayang, tidak sempat belajar diving di sini. Semoga di kunjungan berikutnya.

Gambar

Mercusuar di Pulau Lengkuas, tegak berdiri, menjaga sekitar

Mercusuar Pulau Lengkuas telah nampak dan menjadi landmark nya. Tegak berdiri sejak jaman Belanda, tahun 1882. Sudah sangat tua, namun hingga kini masih terawat dengan baik. Masih berfungsi dengan baik pula. Tetap menjalankan tugasnya untuk memandu kapal-kapal yang berlayar di malam hari.

Perlu upaya kuat untuk mendaki mercusuar. Cukup membuat lelah. Tapi jangan patah semangat. Kelelahan mendaki mercusuar akan terbayar lunas oleh pemandangan indah yang terpampang dari puncak mercusuar. Sangat rugi bila tidak mencapai puncak mercusuar. Untuk mendaki puncak mercusuar terdapat 18 tangga melingkar. Masing-masing tangga terdiri dari 18 anak tangga. Total ada 324 anak tangga.

Untung ketika mendaki mercusuar, dilakukan secara beramai-ramai. Mungkin jika itu dilakukan secara sendiri, termasuk uji nyali juga. Usia yang telah hitungan abad dan suasana yang terbangun di dalamnya, cukup membuat bulu kuduk merinding. Suara yang kita keluakan akan menghasilkan gema. Ditambah suara berderak yang muncul dari anak tangga yang kita injak. Hmmm…sekali lagi, untung dilakukan secara beramai-ramai.

Gambar

Pemandangan dari puncak mercusuar, sangat indah

Gambar

Kombinasi air jernih, kumpulan batu, pasir putih, dan perahu yang bersandar. Sungguh indah

Pencapaian hingga puncak mercusuar menghilangkan perasaan seram yang sempat terselip di hati. Semua hilang. Terbang bersama angin yang bertiup dari sela jendela mercusuar. Beralih dengan pemandangan yang luar biasa indah. Gradasi warna air laut tampak dengan jelas. Paduan perahu yang berderet rapi tertambat di pinggir pantai dan air biru jernih sungguh sangat menawan. Tak cukup rasanya kata terangkai untuk melukiskan indahnya alam. Mata benar-benar dimanjakan oleh pemandangan yang tampak dengan jelas dari puncak mercusuar.

Gambar

Gradasi warna laut, perahu tertambat, pasir putih, hijaunya pepohonan…menakjubkan

Gambar

Kumpulan granit berwarna keputihan, menambah indahnya alam di sekitar Pulau Lengkuas

Pengunjung dapat melihat alam dari puncak mercusuar ke segala arah. Semua terlihat indah. Paduan warnanya begitu serasi. Cobalah tengok ke sekitar. Dari puncak, terlihat tumpukan kumpulan batu granit berwarna keputihan membentuk pulau-pulau kecil. Pohon-pohon dengan daun hijaunya mencoba menaungi. Cuaca cerah seakan memberikan dukungan penuh untuk mendokumentasikan lukisan alam nan indah. Sangat sempurna.

Gambar

Pulau Burung

Selepas dari Pulau Lengkuas, masih sempat berkeliling ke pulau-pulau lain yang lebih kecil. Pulau Burung. Pulau ini dinamai Pulau Burung karena ada sebuah batu granit raksasa yang bentuknya seperti kepala burung. Tidak kalah indahnya.

Jadi, siapa yang tidak tertarik untuk berkunjung ke Pulau Belitung? Rasanya tidak ada. Semoga lonjakan pelancong yang berkunjung ke sana tidak mengakibatkan rusaknya keindahan yang ada. Semoga keindahan Pulau Belitung tetap terjaga dengan apik. Semoga jernihnya air laut dan putihnya pasir tidak tercemari oleh sampah yang tertinggal bersamaan dengan membludaknya para wisatawan yang datang bertandang. Semoga kita masih dapat melepaskan segala penat pada batu-batu granit indah dan menumpahkan kegalauan pada lukisan pemandangan indah maha karya Sang Pencipta. Semoga. Salam. (Del)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s