Kinerja Camat dan Lurah Hasil Lelang Jabatan Buruk: Perlu Dipecat?

Gambar

Pelantikan Camat dan Lurah hasil lelang jabatan
Sumber Foto: http://sin.stb.s-msn.com/i/CD

Hari ini, tepat satu tahun Jokowi-Ahok memimpin Jakarta. Satu tahun berlalu dengan cepat. Telah banyak capaian yang diraih oleh duet Jokowi-Ahok untuk Jakarta. Sebagian telah tuntas dilaksanakan, sebagian masih dalam proses pelaksanaan, dan bagian lainnya belum sempat tersentuh. Masih dalam proses perencanaan. Beberapa program Jakarta yang terekam dapat dilihat di artikel Selamat Ulang Tahun Pertama untuk Jokowi-Ahok.

Satu tahun terlewati. Salah satu gebrakan kepemimpinan Jokowi-Ahok adalah “lelang jabatan” beberapa waktu lalu. Mungkin lebih tepat dikatakan sebagai program seleksi dan promosi terbuka bagi para calon Camat dan Lurah.  Bagaimana kinerja para Camat dan Lurah tersebut?

Ternyata Ahok mengaku sangat kecewa dengan kinerja yang dihasilkan oleh para Camat dan Lurah hasil “Lelang Jabatan”. Ahok menganggap para aparat tersebut kurang memiliki integritas, dan dinilai tidak bisa memperhatikan rakyat ibukota. Dalam format persentase, hanya sekitar 20 % saja yang telah memenuhi standar integritas dan pelayanan yang baik kepada masyarakat. Sekitar 60% hasilnya tidak memuaskan, dan 20% sisa lainnya berprestasi sedang-sedang saja.

Lain Ahok, lain pula pendapat Jokowi. Jokowi menilai lelang jabatan sudah berjalan baik, paling tidak beliau menolak jika lelang jabatan dikatakan gagal hanya karena tertangkapnya Lurah Ceger, Cipayung, Jakarta Timur atas terindikasinya penyelewengan dana APBD. Jika masih ada yang kurang sesuai harapan, ke depannya tinggal terapkan perbaikan. Agar hasilnya lebih baik.

Dari hasil penilaian tersebut, akankah Ahok mengganti Lurah dan Camat hasil lelang jabatan? Akankah Jokowi dan Ahok memecat Camat dan Lurah yang memiliki kinerja buruk? Seharusnya tidak berlaku untuk semuanya. Masih terdapat Lurah dan Camat yang memiliki kinerja bagus. Dan mungkin pula, dari 20% yang berprestasi sedang-sedang saja dapat meningkatkan kinerjanya. 60% sisa lainnya yang berkinerja tidak memuaskan harus diberi warning, diberikan peringatan. Kalau memang kinerjanya parah, maksudnya buruknya parah, silakan pecat. Berikan pula kesempatan bagi mereka yang masih memiliki harapan perbaikan untuk bekerja lebih baik. Evaluasi memang wajib, disertai catatan perbaikan. Catatan untuk perbaikan dan peningkatan kinerja. Toh mereka belum genap 6 bulan bekerja. Masih perlu diberikan tambahan waktu untuk memperlihatkan kinerja. Meningkatkan integritas, demi melayani warga.

Jika nantinya diadakan lelang jabatan lagi, untuk menjaring Lurah dan Camat baru atau Lurah dan Camat pengganti yang berkinerja tidak baik, seharusnya promosinya lebih kencang. Supaya daya jangkau penjaringan calon lebih andal. Lebih dapat diandalkan. Siapa tahu waktu lelang jabatan yang pertama, belum menjaring orang-orang yang tepat, yang dicari Jokowi-Ahok. Tertarik? Salam. (Del)

Sumber:  Ahok Kecewa Sebagian Besar Camat dan Lurah Hasil Lelang

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s