Selamat Ulang Tahun Pertama untuk Jokowi-Ahok

Gambar

Jokowi dan Ahok saat pelantikan, 15 Oktober 2012
Sumber Foto: http://data.tribunnews.com/foto/images/preview/20121015_Jokowi_dan_Ahok_Dilantik_3304.jpg

Tanpa terasa, kepemimpinan Jokowi-Ahok di DKI Jakarta akan genap satu tahun pada tanggal 15 Oktober 2013 esok. Selama kurun waktu satu tahun, Jakarta tidak pernah sepi dari dinamika permasalahan. Ada yang dapat tertangani dengan baik, ada yang masih dalam proses penanganan, ada pula yang masih tertatih-tatih dan butuh dukungan penuh serta kadar kritisi yang wajar. Tidak ada salahnya jika mencoba untuk kilas balik. Program-program apa saja yang telah diusung oleh duet Jokowi-Ahok yang telah maupun sedang dilaksanakan. Kinerja apa saja yang telah dicapai oleh pasangan yang selalu menjadi topik pemberitaan hangat di berbagai media.

Berikut beberapa program besar yang sempat terekam:

1.  Kartu Jakarta Sehat (KJS)

KJS merupakan salah satu program Jokowi-Ahok yang waktu kampanye dijadikan andalan. KJS merupakan jaminan pemeliharaan kesehatan yang diberikan oleh Provinsi DKI Jakarta kepada warganya dalam bentuk bantuan pengobatan terutama bagi keluarga miskin dan kurang mampu dengan sistem rujukan berjenjang. Program KJS bukan tanpa kendala. Bahkan diwarnai oleh demo dari para dokter. Hingga saat ini, telah KJS telah dibagikan pada 2,3 juta orang dari target 4,7 juta orang.

2.  Kartu Jakarta Pintar

Sama halnya dengan program Kartu Jakarta Sehat, pendidikan pun mendapat perhatian dari pasangan Jokowi-Ahok. Dengan Kartu Jakarta Pintar diharapkan warga yang tidak mampu membayar biaya lainnya di luar biaya SPP, seperti uang seragam, buku, sepatu, dan lain-lain, dapat terpenuhi. Ke depan, masih diperlukan tambahan daya jangkau KJP agar dapat menyentuh seluruh warga yang membutuhkan.

3.  Program penanganan banjir

Permasalahan banjir harus diakui tidak dapat diselesaikan sendiri oleh Jakarta. Tidak semua langkah berada dalam kewenangan Jokowi-Ahok selaku Gubernur dan Wakil Gubernur. Salah satu contohnya, normalisasi 13 sungai yang melewati Jakarta merupakan kewenangan Kementerian Pekerjaan Umum. Penanganan banjir juga tidak semata penanganan di wilayah Jakarta yang merupakan wilayah hilir. Perlu penanganan permasalahan dalam sistem yang lebih luas, melibatkan kawasan yang berada di bagian hulu, terutama di kawasan Puncak dan Bogor. Seharusnya pihak pemerintah pusat berperan sebagai leader.

4.  Peremajaan bus kota dan integrasi bus kota ke Transjakarta

Peremajaan bus kota masih belum tertuntaskan. Begitu pun dengan integrasi bus kota dengan Transjakarta. Warga Jakarta pun masih menantikan pelayanan Transjakarta 24 jam. Setuju dengan prinsip yang diusung oleh Jokowi-Ahok. Perbanyak moda transportasi massal agar kemacetan sedikit demi sedikit terurai dan teratasi.  Semoga di tahun 2014 nanti, angkutan kota baru mulai mewarnai wajah Jakarta.

5.  Normalisasi Waduk dan Penataan Permukiman

Jokowi-Ahok mulai menata permukiman liar di sekitar waduk. Sebagian telah berhasil direlokasi. Waduk dinormalisasi dan kawasan sekitar waduk dapat kembali ke fungsinya semula, yaitu sebagai ruang terbuka hijau. Selain itu, dapat menambah alokasi persediaan air baku bagi Jakarta. Contoh yang telah tersentuh penataan, antara lain Waduk Pluit dan Waduk Ria Rio. Segera akan menyusul Waduk Sunter, Waduk Tomang Barat, Waduk Rawa Badak, dan Waduk Cibubur. Jakarta memiliki banyak waduk yang harus dikembalikan pada fungsi asalnya. Proses ini tentunya memerlukan waktu dan anggaran besar. Pemindahan warga di bantaran waduk disertai pula dengan pembangunan kampung deret maupun bentuk penataan kawasan lainnya, seperti yang dikampanyekan Jokowi-Ahok dulu. Masih banyak bahkan ratusan lokasi area kumuh Jakarta yang perlu penanganan.

6.  Penataan PKL

Contoh nyatanya sudah mulai terlihat. Penataan kawasan Tanah Abang yang semula disesaki oleh pedagang kaki lima, perlahan tapi pasti dapat dipindahkan ke Blok G. Masih terekam dalam ingatan, saat Ahok dengan gayanya yang khas berhadapan dengan pihak-pihak yang tidak setuju relokasi. Masih diperlukan penataan area kaki lima lainnya, misalnya di Kawasan Fatahillah, Jakarta Barat atau di lokasi-lokasi lainnya.

7.  MRT dan Monorel

Tetap konsisten dengan program transportasi massal. Dokumen perencanaan MRT yang sudah rampung sejak jaman Sutiyoso dulu, ternyata baru pada kepemimpinan Jokowi-Ahok dapat terealisasi. Memang untuk memimpin Jakarta, dibutuhkan nyali dan ketegasan. Tentunya disertai dengan perhitungan matang. Pembangunan monorel baru akan rampung 3 tahun lagi dan MRT 5 tahun lagi. Namun, paling tidak, Jokowi-Ahok telah memulainya.

8.  Penerapan Zonasi Parkir dan ERP

Penerapan tarif parkir berdasar zonasinya sampai saat ini belum diterapkan. Masih menunggu kelengkapan dan perbaikan angkutan publik. Setidaknya, menunggu datangnya bus baru yang katanya akan hadir di Bulan November atau Desember. Penerapan ERP (sistem jalan berbayar secara elektronik) di sejumlah ruas jalan pun masih belum terealisasi.

9.  Menghidupkan ruang publik

Jokowi tengah berupaya untuk menghidupkan ruang publik Jakarta agar lebih bermakna. Ruang publik harus dapat menjadi ruang interaksi dan ada aktivitas yang terjadi di dalamnya. Monas dan kawasan sekitarnya merupakan salah satu ruang publik di Jakarta yang tengah dihidupkan. Saat ini Monas sering dijadikan sebagai tempat berlangsungnya berbagai perhelatan. Contoh teraktual adalah Kaki Lima Night Market dan Jakarta Night Religious Festival.

10.  Reformasi Birokrasi

Jokowi-Ahok memiliki komitmen untuk melaksanakan reformasi birokrasi di lingkungan Pemerintah DKI Jakarta. Masih teringat, di awal masa kepemimpinannya, Jokowi rajin melakkukan sidak/kunjungan mendadak ke kantor-kantor kecamatan maupun kelurahan. Juga polah Ahok yang dengan gayanya yang khas, marah-marah pada jajaran dinas di lingkungan DKI Jakarta. Ahok meradang ketika mendengarkan paparan dari dinas-dinas di bawahnya. Reformasi birokrasi masih belum terealisasi dengan sempurna. Masih terdapat jabatan-jabatan strategis yang belum terisi dan belum terwujud sempurna. Terkait dengan reformasi birokrasi ini juga, Jokowi-Ahok telah melakukan “lelang jabatan” untuk posisi Camat dan Lurah di Jakarta. Hasilnya? Pro dan kontra terjadi. Salah satu yang hangat diperbincangkan adalah kasus Lurah Susan. Jokowi-Ahok tidak ingin didikte siapapun. Sepanjang yakin bahwa yang dilakukannya sesuai dengan koridor aturan, tetap jalan terus.

Mungkin masih banyak lagi program-program yang tidak sempat tertuliskan. Namun intinya, dalam setahun perjalanan kepemimpinan Jokowi-Ahok, telah ditanamkan fondasi sebagai dasar langkah lebih lanjut. Untuk perubahan Jakarta ke arah yang lebih baik.  Jokowi-Ahok telah berada pada rel yang benar. Gebrakan keduanya semakin nyata. Namun tidak tertutup kemungkinan relnya sedikit bergoyang. Perlu masukan, saran, dan kritik yang membangun. Demi Jakarta yang lebih aman, nyaman, dan layak huni. Demi Jakarta yang lebih baik. Tetap semangat! Salam. (Del)

One thought on “Selamat Ulang Tahun Pertama untuk Jokowi-Ahok

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s