Sengketa Perbatasan Tojo Una-Una dan Banggai: Milik Siapa?

Perjalanan tugas ke Kabupaten Tojo Una-Una dan Kabupaten Banggai di Provinsi Sulawesi Tengah minggu yang lalu selain melelahkan secara fisik, juga menyisakan hal yang menggelitik hati, yaitu terkait dengan sengketa tapal batas antara Kabupaten Tojo Una-Una dan Kabupaten Banggai. Ternyata permasalahan tapal batas hingga kini masih belum terselesaikan. Masih menjadi ganjalan. Padahal permasalahan sudah menahun, sudah dalam hitungan tahun.

Kabupaten Tojo Una-Una dan Kabupaten Banggai merupakan dua kabupaten di wilayah Provinsi Sulawesi Tengah. Terletak di ujung timur Provinsi Sulawesi Tengah. Ibukota Kabupaten Tojo Una-Una adalah Kota Ampana dan ibukota Kabupaten Banggai adalah Kota Luwuk.

Semula Kabupaten Tojo Una-Una termasuk dalam wilayah Kabupaten Poso, namun berdasar pada UU No. 32 Tahun 2003 Kabupaten ini berdiri sendiri. Kota Ampana sebagai ibukota Kabupaten Tojo Una-Una dapat dicapai dari Kota Poso dengan perjalanan darat selama 6 jam. Kabupaten Tojo Una-Una sebagian besar wilayahnya merupakan perbukitan dengan kemiringan lahan sebagian besar di atas 40% sehingga sangat potensial terkena erosi dan  perlu upaya pelestarian kawasan hutan lindung.

Kabupaten Banggai berada di sebelah timur  Kabupaten Tojo Una-Una. Kota Luwuk sebagai ibukota Kabupaten Banggai dapat dicapai dengan perjalanan darat selama 6-7 jam dari Kota Ampana. Pada tahun 1999 Kabupaten Banggai dimekarkan menjadi Kabupaten Banggai dan Kabupaten Banggai Kepulauan. Kabupaten Banggai merupakan salah satu Kabupaten di Sulawesi Tengah yang memiliki potensi sumber daya alam yang melimpah, baik berupa hasil laut, aneka hasil bumi, serta hasil pertambangan (nikel yang sedang dalam taraf eksplorasi) dan gas (Blok Matindok dan Senoro).

Gambar

Peta Administrasi Provinsi Sulawesi Tengah
Sumber Gambar: http://petatematikindo.files.wordpress.com/

Dulu sempat tersiar kabar bahwa konflik tapal batas antara Kabupaten Banggai dan Kabupaten Tojo Una-Una sudah mulai menemui titik terang dengan adanya pertemuan khusus yang difasilitasi oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah. Ternyata, berbagai pertemuan dan fasilitasi yang dilakukan tidak juga berhasil menuntaskan masalah. “Fiiiuuuhhh…!” Padahal itu masih dalam bingkai satu provinsi, yaitu Provinsi Sulawesi Tengah. Masih dalam satu wilayah Provinsi dan satu wilayah Nusantara, wilayah Indonesia.

Hingga saat ini, saling tuding masih saja terjadi. Kabupaten yang satu menuding Kabupaten lainnya telah “merampas” wilayah mereka. Pangkal persoalan sebenarnya tidak jauh dari sumber daya alam yang terdapat di dalamnya. Aksi saling mengklaim kawasan tidak terlepas dari kandungan harta karun berupa potensi pertambangan yang ada di wilayah yang menjadi sengketa. Berkaitan dengan perebutan kewenangan untuk mengeluarkan ijin pengelolaannya. Sebenarnya, masyarakat tidak terlalu dirugikan selama masih terpenuhi hak-haknya sebagai warga. Terkadang konflik terjadi hanya pada tataran yang memiliki kepentingan saja. Itu yang menjadi pangkal permasalahan.

Sangat sering terjadi, ketidaktegasan tapal batas menjadi salah satu permasalahan rumit yang tidak kunjung tertuntaskan pasca diterapkannya otonomi daerah. Perebutan kewenangan pengelolaan wilayah kerap terjadi pada wilayah yang memiliki kekayaan sumber daya alam. Sebaliknya aksi saling lempar tanggung jawab juga terjadi pada wilayah yang minim sumber daya alam. Untuk wilayah yang tanpa sumber daya alam, biasanya kedua pemerintahan akan saling melempar tanggung jawab sehingga wilayah tersebut nyaris tidak tersentuh pembangunan. Belum adanya ketegasan dalam permasalahan tapal batas antar wilayah mengesankan adanya wilayah yang memiliki 2 atau lebih tuan atau bahkan adanya wilayah yang tidak memiliki tuan sama sekali.

Ketidakjelasan batas wilayah administrasi memunculkan beragam permasalahan, mulai dari penyelenggaraan kewenangan pemerintah daerah, duplikasi penggunaan APBD, ketidakjelasan administrasi kependudukan, administrasi pertanahan, daerah pemilihan, hingga sulitnya penyelenggaraan penataan ruang.

Sengketa tapal batas yang terjadi di Kabupaten Tojo Una-Una dan Kabupaten Banggai pun tidak terlepas dari permasalahan wilayah yang memiliki sumber daya alam yang bernilai ekonomi tinggi. Perselisihan dan perebutan kewenangan pengeluaran ijin pengelolaan sumber daya alam turut mewarnai pertikaian yang terjadi. Pertikaian terkait dengan sengketa pengelolaan galian emas di kawasan hulu dan sengketa gas alam cair. Permasalahan sudah berlarut-larut dan sebenarnya warga di sana tidak merasakan keuntungan dari kekayaan alam yang ada di wilayahnya.

Upaya fasilitasi penyelesaian permasalahan tapal batas telah berulang kali digelar. Undang-Undang Nomor 32/2004 Tentang Pemerintah Daerah Pasal 198 menyebutkan, apabila terjadi perselisihan dalam penye­leng­garaan fungsi pemerinahan antar kabupatan/kota dalam satu pro­vinsi, Gubernur menyelesaikan perselisihan dimaksud. Bila tidak kunjung terselesaikan, Menteri Dalam Negeri dapat turun tangan menyelesaikan perselisihan.

Maraknya permasalahan tapal batas antar wilayah administrasi patut diakui, merupakan dampak dari pelaksanaan otonomi daerah. Tidak tertutup kemungkinan, bila permasalahan ini dibiarkan berlarut, akan menimbulkan konflik sosial bahkan mengancam keamanan masyarakat. Beberapa di antaranya juga karena proses pemekaran wilayah. Sengketa dipertajam dengan menguatnya ego masing-masing wilayah, padahal masih berada dalam lingkup NKRI. Pangkal permasalahannya tidak jauh dari rebutan sumber daya alam. Semoga semua pihak dapat berfikir jernih, berfikir untuk kepentingan yang jauh lebih besar. Semoga pada akhirnya semua dapat berfikir untuk kepentingan rakyat.

Diharapkan, baik Kabupaten Banggai maupun Kabupaten Tojo Una-Una dapat saling berkoordinasi bersama-sama dengan pihak Provinsi, pihak Badan Informasi Geospasial (BIG), dan pihak Kementerian dalam Negeri terkait penentuan batas dan sumber acuan peta yang digunakan. Sehingga tidak ada lagi perselisihan tapal batas di antara keduanya dan peruntukan ruang di masing-masing kawasan yang berbatasan dapat disepakati. Salam. (Del)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s