Suhu Dalam Pesawat Sepanas Emosi Para Penumpangnya

Gambar

Penumpang di dalam pesawat Lion Air JT 775
Sumber Foto: http://news.detik.com/read/2013/09/30/141952/2373238/10/7

Kenaikan suhu udara terbukti dapat pula menaikkan suhu emosi seseorang atau sekelompok orang. Ketika suhu dalam pesawat Lion Air JT775 rute Manado-Jakarta meninggi, suhu emosi para penumpangnya pun turut meninggi. Senin (30/9/2013), para penumpang Lion Air melampiaskan panasnya suhu dan panasnya emosi dengan membuka paksa pintu darurat pesawat. Alasannya, pendingin ruangan (AC) dalam pesawat tidak dingin. Merasa kegerahan dan kepanasan, penumpang nekat membuka paksa pintu darurat pesawat yang masih berlabuh di landasan Bandara Internasional Sam Ratulangi, Manado, Sulawesi Utara. Para penumpang merasa bahwa protes yang telah disampaikan pada pramugari dan pilot tidak ditanggapi dengan memuaskan.

Jika dirunut kronologinya, acara buka paksa pintu darurat merupakan puncak dari rasa kecewa para penumpang atas tertundanya keberangkatan selama hampir satu jam. Setelah tertunda hampir satu jam, diperparah dengan kondisi AC kabin mati dan hanya angin yang keluar.

Fiuuuhhh….!!! Inikah tindakan yang seharusnya diambil oleh para penumpang? Benarkah tindakan yang dilakukan oleh para penumpang? Mengapa para penumpang menjadi anarkis? Tidak adakah cara lain yang dapat dilakukan selain tindakan yang justru merugikan? Bukankah dengan membuka paksa pintu darurat, waktu keberangkatan akan tertunda lebih lama lagi? Bukankah sebelum keberangkatan seharusnya telah menjalani proses pengecekan oleh pilot atau teknisi pesawat?

Seandainya pilot, pramugari dan awak kabin lainnya cepat tanggap menyelesaikan masalah, tentunya hal ini tidak akan terjadi. Seandainya para awak kabin membuka saja pintu regular dan mengeluarkan/menurunkan penumpang sehingga para penumpang tidak kepanasan, mungkin kejadiannya tidak akan seperti ini. Seandainya penumpang tidak membuka paksa pintu darurat, tentunya penundaan keberangkatan tidak akan menjadi lebih lama lagi. Seandainya pesawat dipaksakan untuk terbang, kejadian lebih buruk mungkin saja terjadi. Seandainya semua dapat berfikir jernih dan dapat mengambil tindakan cepat dan tepat, mungkin ceritanya akan berbeda.

Pada dasarnya, tindakan yang dilakukan oleh penumpang pesawat yang membuka paksa pintu darurat merupakan pelanggaran. Namun pihak airlines juga seharusnya tetap memperhatikan faktor keamanan, kenyamanan, dan keselamatan penumpang. Kalau nanti hasil investigasinya ternyata pesawat tidak layak terbang, tentunya sudah sepantasnya dikenakan sanksi bagi maskapainya. Karena, pasti ada daftar kondisi yang harus dicek dan daftar penilaian kondisi yang diperbolehkan untuk melakukan penerbangan.

Yang membuat semakin miris adalah: Apakah masyarakat Indonesia sudah sedemikian mudah terpicu emosinya? Tidak bisakah menggunakan cara-cara yang lebih beradab? Mengapa permasalahan seperti ini harus terjadi? Akankah membuat para penumpang berpikir ulang dalam melakukan penerbangan?

Ah, sudahlah, jangan banyak tanya. Masih banyak yang harus dijawab. Salam. (Del)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s