Mari Kita Tuliskan Cerita Tentang Pemimpin Jempol!

Jumlah penduduk di Indonesia sungguh sangat besar. Ada 259 juta lebih penduduk. Dengan sumber daya manusia yang sedemikian besarnya, banyak hal yang dapat diperbuat. Banyak potensi yang tersimpan di sana. Tinggal bagaimana cara kita mengelola dan memanfaatkannya. Dibutuhkan para pemimpin bagi ratusan juta penduduk tersebut, agar besarnya potensi yang ada, tidak terhilang. Hilang terbawa angin ke negeri lain. Dibutuhkan para pemimpin yang cakap, yang dapat memimpin selain dengan akal budinya, juga dengan nuraninya. Nurani yang tidak hanya bertanggung jawab pada sesama manusia, namun dapat dipertanggungjawabkan pada yang Maha Pencipta. Pemimpin yang takut akan Tuhan.

Seharusnya dan selayaknya, tidaklah sulit untuk menemukan para pemimpin di bumi Indonesia. Namun kenyataan berkata lain, kita seakan kesulitan untuk menemukan pemimpin yang tepat, yang dapat menuntun Indonesia untuk memasuki gerbang kesejahteraan, kemakmuran, dan keadilan.

Gambar

Ridwan Kamil dengan kendaraan dinasnya.
Sumber Foto: http://static.republika.co.id/uploads/images/inpicture_slide/

Secercah dua cercah harapan mulai tumbuh. Setangkup dua tangkup asa mulai terasa. Semoga ini bisa senantiasa terjaga. Kita mulai melihat, ternyata mulai bermunculan harapan-harapan baru dan asa-asa baru. Di tengah carut marut negeri, di tengah kegalauan hidup, kita masih dapat menggantungkan harap dan asa pada beberapa pemimpin yang baik. Kepada para sosok yang masih dengan gigih memperjuangkan warganya. Benar-benar mencurahkan waktu, tenaga, dan pikirannya demi kemajuan negeri. Syukurlah, di tengah galaunya negeri, kita masih diberikan harapan oleh kiprah Wagiman atau Bu Risma di Surabaya, tentang Ahok panggilan dari Basuki Tjahaja Purnama, atau gebrakan yang mulai dinampakkan oleh Ridwan Kamil yang biasa disapa Kang Emil, atau bahkan dari seorang Bupati Bantaeng, nun jauh di Sulawesi Selatan sana. Masih ada para pemimpin negeri yang sungguh paham tugas dan kewajibannya sebagai seorang pemimpin. Untuk membimbing warganya, mengantar warganya pada kehidupan yang lebih baik.

Yakinlah bahwa kita masih memiliki banyak potensi pemimpin yang mampu memimpin perubahan di Indonesia. Masih banyak orang Indonesia yang bersih, memiliki komitmen tinggi, jujur, lurus hati, punya visi yang jelas, dan siap melakukan perubahan ke arah yang lebih baik. Potensi-potensi kepemimpinan masih dapat kita temui di banyak tempat. Entah di pemerintahan, partai politik, kampus, maupun organisasi masyarakat. Di setiap tataran, baik di tingkat nasional ataupun lokal. Seandainya seluruh elemen masyarakat dapat mendukung, efeknya pasti luar biasa. Semoga efeknya dapat mengalahkan para pemimpin yang hanya sibuk menjaga citranya, lupa akan tujuan utamanya sebagai pemimpin.

Mungkin dapat dimulai dari diri sendiri. Dengan kekuatan Kompasiana sebagai sebuah media berbasis warga biasa, yang katanya merupakan citizen media (media warga), setidaknya masih ada yang dapat kita lakukan. Apa itu? Sesuai dengan ranahnya. Coba tulislah tentang tokoh-tokoh, pemimpin-pemimpin yang dapat memberikan inspirasi bagi yang lainnya.  Agar gaungnya terdengar ke seluruh pelosok negeri. Mengalahkan gaung akibat tindakan beberapa gelintir pemimpin yang tidak sesuai dengan harapan. Agar dapat menularkan inspirasi pada pemimpin lainnya. Kompasiana sebenarnya sudah memulainya. Yaitu dengan mengajak untuk menulis tentang Jokowi maupun Ahok. Namun, masih banyak para pemimpin lainnya yang layak untuk diangkat.

Kita bisa melihat, kekuatan media sangat dahsyat. Dalam waktu yang tidak terlalu lama, semenjak mencalonkan diri menjadi cagub DKI Jakarta, Jokowi menjadi pusat perhatian, pusat pemberitaan. Sangat “Media Darling”. Apa pun yang dilakukan Jokowi selalu menjadi sorotan. Ke mana pun Jokowi pergi, selalu ada yang mengikuti, menguntit, lalu memberitakan. Tidak ada yang salah dengan menjadi “Media Darling”, selama itu tidak membutakan kita. Selama kita dapat tetap jernih, jika ada yang keliru, tetap memberikan kritik yang membangun, demi perbaikan. Ambil nilai positifnya. Seorang Jokowi, diharap menjadi inspirasi bagi para pemimpin lainnya. Buktinya sudah mulai nampak, walau niatnya perlu dipertanyakan, “Apakah benar-benar tulus?”. Fenomena blusukan para pemimpin mulai marak terjadi.

Mulai bermunculan para pemimpin yang juga tidak kalah jempolnya dengan Jokowi. Masih ada beberapa bahkan mungkin berpuluh, beratus, beribu pemimpin lainnya, yang layak pula untuk turut diberitakan dan diwartakan. Semata agar gaungnya terasa dan dapat menginspirasi para pemimpin lainnya. Agar tidak hanya pemberitaan tentang buruknya tingkah polah para pemimpin yang mewarnai beragam media. Namun, juga berita tentang para pemimpin jempol, sesuai dengan kapasitas dan wewenangnya masing-masing. Semoga angin segar dari para pemimpin yang menginspirasi ini tetap konsisten berhembus. Demi untuk Indonesia yang lebih baik.  Jadi, mari kita menulis tentang mereka! Salam. (Del)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s