Ridwan Kamil Jadi Sopir Angkot, Ketua DPRD jadi Kernet

Baru kemarin menulis tentang kiprah Ridwan Kamil di hari-hari awal menjalani tugasnya sebagai Walikota Bandung di sini. Hari ini sudah tersiar kabar. Kembali terasa hembusan angin segar dari Sang Walikota. Semoga angin segarnya tetap konsisten berhembus.

Kiprahnya terbilang cukup kreatif. Berupaya mengajak warga tidak sungkan menggunakan angkutan umum kota. Tidak ragu menaiki angkot di Bandung. Tidak tanggung-tanggung. Ridwan Kamil (biasa disapa Emil) ikut turun tangan, ikut andil dalam gerakan. Emil pagi tadi alih profesi sejenak, menjadi sopir angkot Dago-Kalapa dan Ketua DPRD Bandung Erwan Setiawan menjadi kernetnya. Emil menjadi sopir angkot gratis, dengan mengendarai angkot Dago-Kalapa. Walikota Bandung yang baru dilantik Senin lalu itu sejenak menjadi sopir tembak, menggantikan sopir angkot sebelumnya, Seno. Setelah menjalani hari-hari sebelumnya dengan bersepeda, kini dia berganti mengendarai angkot.

Seperti sopir angkot lainnya, Emil melakukan tugas sebagai seorang sopir angkot. Menaikkan dan menurunkan penumpang di sepanjang rute jalan yang dilaluinya. Yang membedakan,  angkotnya gratis. Tidak perlu bayar. Di berbagai media sosial, dari pagi ramai, “Hari ini mau naik angkot ah! Siapa tahu sopirnya Ridwan Kamil”. Di sepanjang perjalanan, Emil menyempatkan diri untuk berbincang dengan penumpang, seputar pelayanan angkutan umum di Kota Bandung. Menurutnya, agar angkot nyaman, harus memenuhi kriteria antara lain, joknya tidak sobek, kacanya terang, tidak gelap karena akan membuka peluang tindak kejahatan, dan ada aturan tidak merokok di dalam angkot. Emil bertekat untuk mengembalikan keamanan dan kenyamanan angkot bagi warga Bandung. Agar warga tidak ragu lagi untuk menggunakan angkutan umum.

Ada acara apakah? Dalam rangka apa Walikota sampai perlu menjadi sopir angkot? Aksi Emil ini dilakukan untuk memenuhi undangan Bandung Creative City Forum (BCCF) dalam program “Angkot Day 2013”. Tujuannya jelas untuk mendorong warga kota Bandung agar mau menggunakan transportasi publik dalam bepergian. Untuk mengurangi kemacetan yang kerap terjadi di Kota Bandung. Ternyata Bandung Creative City Forum merupakan komunitas di Bandung yang dipimpin oleh Ridwan Kamil dengan tujuan untuk menjadikan Bandung sebagai kota kreatif kelas dunia. Angkot Day merupakan ide yang digagas oleh kelompok Riset Indie terhadap permasalahan pergerakan di kota Bandung. Mencoba untuk meneliti faktor-faktor penyebab kemacetan Kota Bandung serta mengenali transportasi publik yang cocok untuk Kota Bandung melalui pendekatan sosial ekonomi.

Emil berharap dukungan penuh agar angkot kembali menjadi primadona. Jika kenyamanan dan ketepatan waktu memuaskan penumpang, tentunya warga tidak akan ragu untuk beralih pada angkutan umum. Jika angkutan publik dikelola dengan baik, tidak mustahil akan menjadi moda transportasi umum yang aman, nyaman, tertib, dan menjadi salah satu alternatif solusi permasalahan kemacetan di Kota Bandung.

Angin segar telah berhembus dari Kota Bandung. Semoga seorang Ridwan Kamil pun dapat mengikuti jejak Jokowi, Ahok, Bu Risma, dan pemimpin-pemimpin lainnya di Indonesia, yang membawa angin segar, untuk Indonesia yang lebih baik. Semoga tindakannya dapat menjadi inspirasi bagi para pemimpin kota lainnya. Ketika pemerintah pusat bersikukuh pada kebijakan mobil murahnya, Emil mencoba memberikan alternatif yang lainnya.

Kang Emil, silakan lanjutkan. Kami menantikan gebrakan selanjutnya. Salut. (Del)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s