Jangan Biarkan Bunaken Merana

Gambar

Sumber Foto : Adipati Rahmat

Siapa yang tidak mengenal Taman Nasional Bunaken ? Bunaken sudah merupakan salah satu icon pariwisata di Provinsi Sulawesi Utara dan juga merupakan aset yang dapat meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat Kota Manado dan Sulawesi Utara pada umumnya. Hingga sekarang, aktivitas ekonomi di sekitar Taman Nasional Bunaken bertumpu pada kegiatan ekowisata. Bunaken mengandalkan daya tarik wisata bahari keindahan alam bawah lautnya.

Gambar

Aktivitas Ekonomi Bunaken
Sumber Foto: Adipati Rahmat

Aktivitas ekowisata yang dilakukan di Taman Nasional Bunaken jika tidak dikelola dengan baik berpotensi menghambat pengembangan pariwisata berwawasan lingkungan yang pada akhirnya berpengaruh pada perekonomian dari sektor pariwisata.  Wilayah pesisir laut kawasan Bunaken yang meliputi daratan dan perairan pesisir sangat penting artinya bagi masyarakat Kawasan Bunaken dan sekitarnya. Bunaken bukan hanya sumber pangan melalui kegiatan perikanan dan budidaya laut. Bunaken juga lokasi bermacam sumber daya alam serta pemandangan alam yang indah, yang dapat dimanfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat sekitar. Juga penting artinya sebagai alur pelayaran.

Bagian daratan wilayah pesisir Kawasan Bunaken dan sekitarnya telah berkembang pusat-pusat pemukiman penduduk. Lebih dari 20.000 penduduk yang bermukim di Kawasan Bunaken dan sekitarnya. Perlu diperhatikan agar kegiatan tersebut dapat berlangsung serasi. Suatu kegiatan dapat menghasilkan hasil samping yang dapat merugikan kegiatan lain, misalnya limbah industri yang langsung dibuang ke lingkungan pesisir, tanpa mengalami pengolahan tertentu sebelumnya dan dapat merusak sumber daya hayati akuatik, yang merugikan perikanan maupun sumberdaya laut yang lainnya.

Gambar

Terumbu Karang di Bunaken
Sumber Foto : Adipati Rahmat

Kecenderungan rusaknya ekosistem alamiah, seperti yang terjadi di Kawasan Bunaken dan sekitarnya, yaitu semakin berkurangnya luas hutan mangrove dan rusaknya terumbu karang, terutama disebabkan oleh tindakan pengelolaan sumberdaya yang tidak mempertimbangkan faktor lingkungan. Dari sudut pandang pembangunan, sebenarnya pengalihan fungsi ekosistem alamiah menjadi peruntukan budidaya secara ekonomi tidak menjadi masalah, sepanjang masih pada batas-batas yang dapat ditolerir oleh ekosistem alamiah dalam suatu kawasan pembangunan.

Adanya potensi ekonomi Kawasan Bunaken dan sekitarnya yang cukup besar dan menjanjikan, memberikan kesempatan pada masyarakat Kawasan Bunaken dan sekitarnya untuk melakukan eksploitasi secara ekonomi yang terkadang tanpa mempertimbangkan lingkungan. Dampaknya mulai terasa sekarang. Pada beberapa lokasi terjadi kerusakan terumbu karang dan pencemaran sampah. Jika hal ini terus berlangsung dan tanpa adanya penanganan pengelolaan yang baik, tentunya akibat yang ditimbulkan akan semakin fatal. 

Untuk mengatasi bermacam permasalahan lingkungan laut Kawasan Bunaken dan sekitarnya diperlukan pengelolaan lingkungan laut dengan bertumpu pada beberapa hal berikut :

1.  Pengelolaan dilakukan dengan orientasi keuntungan ekonomi jangka panjang

Selama ini pemanfaatan kawasan pesisir dan laut dilakukan dengan pertimbangan yang lebih banyak berorientasi untuk meraih keuntungan ekonomi jangka pendek (seperti industri, pemukiman) tanpa mempertimbangkan keuntungan jangka panjang (konservasi). Akibatnya, apabila terjadi konflik antara pemanfaatan sumberdaya untuk tujuan jangka pendek dengan tujuan jangka panjang, maka seringkali pembangunan yang bertujuan jangka panjang tersisihkan.

2. Menumbuhkan kesadaran akan nilai strategis sumber daya yang dapat diperbaharui dan jasa lingkungan bagi pembangunan ekonomi.

Dari sisi nilai strategis sumber daya hayati laut, sektor kelautan sepertinya masih dipandang sebelah mata oleh pemerintah dan dunia swasta, karena dianggap nilai strategisnya masih kurang menarik dibandingkan nilai ekonomi jangka pendek dan menengah. Padahal sumber daya yang dimiliki oleh sektor kelautan tidak hanya hutan mangrove saja, namun masih terdapat terumbu karang, padang lamun dan rumput laut.

3.      Memberikan sosialisasi dan pelatihan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran tentang implikasi kerusakan lingkungan terhadap kesinambungan pembangunan ekonomi.

Rendahnya tingkat pengetahuan dan kesadaran akan implikasi kerusakan lingkungan terhadap kesinambungan pembangunan ekonomi disebabkan karena pelaku pengrusakan lingkungan tidak menyadari akan bahaya jangka panjang yang ditimbulkan dari kegiatan yang dilakukannya.

4.      Melakukan pengawasan, pembinaan, dan penegakan hukum.

Diperlukan pengawasan, pembinaan, dan penegakan hukum. Pengawasan dan penegakan terhadap pelaksanaan hukum dilakukan baik di tingkat masyarakat maupun pemerintah agar kecenderungan pengrusakan lingkungan laut yang lebih parah tidak terjadi. Tidak adanya suatu lembaga khusus yang independen dengan otoritas penuh dalam melakukan pengawasan dan penegakan hukum yang mengatur pengelolaan sumberdaya alam sangat menyulitkan. Meskipun di Indonesia telah banyak hukum dan peraturan yang mengatur tentang pengelolaan sumber daya pesisir dan lautan yang berkelanjutan, namun pada kenyataannya hukum dan peraturan-peraturan tersebut banyak yang tidak diimplementasikan. Ini disebabkan lemahnya penegakkan hukum (law enforcement), egoisme sektoral (sectoral egoism) dan lemahnya koordinasi antar sektor.

Penutup

Pengelolaan sumberdaya lingkungan laut baik dari sektor perikanan, maupun pariwisata di Kawasan Bunaken dan sekitarnya sebaiknya dilakukan dengan tidak melampaui kapasitas dan daya dukung lingkungannya. Perlu implementasi dan penegakan hukum (law enforcement) dalam bidang kelautan. Pengimplementasian dan penegakan hukum di Indonesia masih sangat lemah. Persoalan penegakan hukum dan peraturan laut cenderung menciptakan konflik antar sektor pembangunan, antar institusi yang terkait dengan pemanfaatan ruang, maupun konflik antar masyarakat. Dibutuhkan perangkat hukum dan peraturan yang dapat menjamin interaksi antar sektor yang saling mendukung dan memiliki komitmen untuk menegakkan peraturan. Tanpa itu semua, permasalahan di laut dan pesisir akan tetap tumpang tindih dan bermuara pada kerusakan lingkungan.

Perlunya pengelolaan yang terintegrasi antar sektor yang terkait secara terpadu dan efisien. Sama halnya dengan penataan kawasan, dalam hal pengelolaan lingkungan laut pun, diperlukan integrasi antar sektor yang terkait sehingga penggunaan sumber daya pesisir dapat dilakukan secara terpadu dan efisien. Penekanan pada sektoral dan hanya memperhatikan keuntungan sektornya dan mengabaikan akibat yang timbul terhadap sekotr lain mengkibatkan terjadinya konflik-konflik antara berbagai kepentingan. Pada Kawasan Bunaken dan sekitarnya, sektor perikanan bertujuan untuk meningkatkan produksi ikan tangkap. Sektor pariwisata bertujuan meningkatkan jumlah wisatawan yang melakukan snorkeling dan scuba diving. Pengembang bertujuan membangun kota pantai Manado yang bisa menikmati keindahan Pulau Manado Tua dan Bunaken, sementara Balai Pengelola Taman Nasional Laut Bunaken ingin mengkonservasi keanekaragaman hayati lautnya. Untuk mencapai tujuan dan sasaran tersebut, masing-masing pihak menyusun perencanaan sendiri-sendiri, sesuai dengan tugas, pokok, dan fungsinya. Untuk itulah perlu integrasi antar sektor agar tumpang tindih pemanfaatan dan konflik tidak terjadi.

Segera selamatkan Bunaken. Jangan biarkan Bunaken semakin merana. (Del)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s